Perkembangan Pembangunan Jembatan Pulai Kabupaten Dharmasraya

Perkembangan Pembangunan Jembatan Pulai Kabupaten Dharmasraya


Dharmasraya - Jembatan baru benilai sekitar Rp 65 miliar itu kini sudah banyak kemajuan dalam pembangunannya. Para pekerja kini sudah mulai merangkai dan memasang kerangka jembatan. Untuk mempercepat pekerjaan, pemasangan kerangka jembatan dimulai dari sisi Jorong Pulai, Nagai Sitiung dan dari sisi seberang di Nagari Panyubarangan. Dengan begitu diharapkan pekerjaan segera bisa diselesaikan.

Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan kerap bertandang ke lokasi pembangunan jembatan Pulai. Tujuannya untuk memantau, sekaligus untuk memecahkan berbagai problem yang dihadapi selama proses pembangunan. "Jika ada masalah, Pemkab selalu siap sedia membantu mencarikan solusi. Dengan begitu, proses pembangunan menjadi lancar," kata bupati temuda yang memiliki hubungan dekat dengan istana ini.

Pemantauan secara rutin tehadap progres pembangunan jembatan Pulai dilakukan lantaran Pemkab Dharmasraya memiliki ambisi besar agar jalur transportasi menuju seberang Batanghari (Timpeh dan Padang Laweh) bisa lebih lancar ketimbang sebelumnya. Sebab jalur itu merupakan urat nadi perekonomian daerah. Dengan pembangunan jembatan Pulai, arus ekonomi di kawasan itu diharapkan menjadi lebih baik.

Selain itu, jembatan Pulai merupakan satu dari empat jembatan yang membentang di atas Sungai Batanghari yang membelah Kabupaten Dharmasraya. Pertama jembatan bendung Batanghari di Batu Bakauik, Nagari Sungai Kambut. Kedua jembatan Sungai Dareh di Nagari IV Koto Pulau Punjung. Ketiga jembatan Batu Rijal di Padang Laweh dan Keempat jembatan Sungai Langkok di Nagari Sungai Langkok. Jembatan Pulai yang baru akan menjadi jembatan kelima yang membelah Batanghari yang dimiliki Kabupaten Dharmasraya.

Jembatan Pulai yang lama usianya sudah mencapai lebih 40 tahun. Konstruksinya baylay, yang merupakan jembatan sementara. Namun lantaran pemerintah belum juga mengalokasikan anggaran untuk jembatan Pulai, maka jembatan Baylay sementara itu terus digunakan. Itu lantaran posisi dan peranan jembatan Pulai dalam kehidupan masyarakat merupakan hal yang vital.

Kini di dalam pemerintahan Bupati Sutan Riska, jembatan Pulai yang notabene hanya bersifat sementara dijadikan jembatan permanen yang biayanya diperoleh dari pemerintah pusat. Itu dimungkinkan karena Bupati Sutan Riska memiliki kedekatan emosional dengan istana. Presiden Jokowi langsung menganggukkan kepala tatkala Sutan Riska meminta bantuan anggaran untuk membangun jembatan Pulai yang sudah renta.

Janji Jokowi itu kemudian benar benar terlaksana. Pemerintah pusat langsung memberikan dana untuk membangun jembatan Pulai yang baru. Itulah sebabnya, Bupati Sutan Riska begitu sering datang ke lokasi pembangunan jembatan. "Menjadi beban moral bagi saya, agar jembatan Pulai ini benar benar terwujud. Saya bisa langsung memberi penjelasan manakala Bapak Presiden Jokowi menanyakan progres pembangunan jembatan Pulai kepada saya. Ini merupakan bentuk ungkapan terima kasih kita kepada pemerintah pusat," kata Sutan Riska.