Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 91 Tahun 2019 di Dharmasraya Terasa Istimewa

Penyelenggaraan Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda Ke 91 Tahun 2019 di Dharmasraya...
Foto Bersama Setelah Upacara

Dharmasraya - Dalam memperingati hari sumpah pemuda, kali ini Pejabat Kabupaten Dharmasraya diwajibkan mengenakan busana nusantara. Kepala Dinas SosPPAPPKB, Bobby Perdana Riza bersama isteri tampak tersenyum lebar. Pada hari Sumpah Pemuda, Bobby dan isterinya mengenakan pakaian kebesaran Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Dia dinobatkan sebagai sosok yang paling pantas mengenakan pakaian nusantara. Posisi kedua diraih Sekda H. Adlisman bersama isteri dan posisi ketiga diraih Kepala Dinas Pendidikan Marius, S.Pd, MM. Mereka dapat hadiah dari bupati.

Peringatan 91 tahun Sumpah Pemuda di Kabupaten Dharmasraya hari Senin 28 Oktober 2019 memang terasa istimewa. Pertama lantaran dihadiri langsung Kapala Staf Kepresidenan (KSP) Jendral TNI (Purn) Moeldoko, dan kedua lantaran seluruh pejabat eselon II dan III a wajib mengenakan pakaian adat provinsi di seluruh nusantara. Sementara peserta upacara lainnya memakai pakaian khas Minangkabau, taluak balango bagi pria dan baju kurung basiba untuk perempuan.

Tampilan upacara yang begitu istimewa, memasang begitu kental dengan nuansa persatuan. Para pembesar Dharmasraya itu kerap berseloroh "ternyata kita sekampung ya". Warna warni pakaian kebesaran seluruh provinsi di nusantara menyiratkan betapa Indonesia kaya kaya akan budaya, betapa Indonesia yang beragam ini saling mengikatkan diri menjadi Indonesia. Dan inilah yang disuarakan oleh kaum muda 91 tahun silam. Ya Sumpah Pemuda.

Rangkaian kegiatan upacara berlangsung di halaman Kantor Bupati Kabupaten Dharmasraya. Bupati Sutan Riska yang bertindak sebagai inspektur upacara membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga. Dalam sambutannya, Menteri Pemuda dan Olahraga Zainuddin Amali mengingatkan bahwa tantangan pemuda ke depan lumayan berat dan pemuda harus bisa mencari jalan keluar, terutama dalam menyiasati perkembangan teknologi. Dengan begitu pemuda akan tetap eksis.

Upacara diakhiri dengan rangkaian kegiatan poto bersama dengan KSP Moeldoko. Poto bersama ini akan terpatri kuat dalam sanubari, sebagai tanda bahwa Indonesia Bersatu dan Indonesia Maju.

Share Berita

Komentar Berita