Pembangunan Embung Padang Roco Diburu Tenggat

Pembangunan Embung Padang Roco Diburu Tenggat
Pembangunan Embung Padang Roco Diburu Tenggat
Dharmasraya -

Jelang akhir tahun, Bupati Sutan Riska Tuanku Kerajaan sibuk ke lapangan. Raja muda itu melakukan pemantauan terhadap seluruh proyek yang dilaksanakan di Kabupaten Dharmasraya. Pamantauan itu dilakukan guna untuk memastikan pelaksanaan proyek tepat waktu dan kualitasnya terjaga dengan baik. Ini merupakan salah satu cara Sutan Riska untuk mengelola dan mengendalikan semua proyek yang ada di kabupaten berjuluk Ranah Cati Nan Tigo. Sebab, semua kegiatan proyek yang ada di Kabupaten Dharmasraya adalah menjadi tanggungjawabnya secara moral kepada masyarakat yang dia pimpin, terlepas apakah sumber dananya berasal dari pusat ataupun dari APBD murni.

Seperti yang dilakukan pada Selasa (10/12/19), Tuan Luak Dharmasraya sudah tancap gas menuju Embung Padang Roco yang berjarak 10 km dari rumah dinanya di Bukit Berbunga KM 4 Pulau Punjung. Proyek senilai hampir Rp 10 miliar itu diharapkan bakal mempercantik kawasan wisata candi peninggalan Kerajaan Dharmasraya pada zaman dahulu. Embung ini diharapkan sudah bisa dinikmati sebagai objek wisata, saat puncak Festival Pamalayu digelar di kawasan itu pekan pertama tahun 2020 mendatang. Bupati Sutan Riska mengharapkan, para pengunjung festival akan dapat menikmati kecantikan embung yang dananya bersumber dari Kementerian PUPR itu.

Sutan Riska yang didampingi petugas ring satu disambut Kepala Dinas PUPR Kabupaten Dharmasraya Ir. Junaedi Yunus dan pengelola kegiatan Nasrul, ST., MT dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V. Di komplek embung, Sutan Riska menyempatkan diri untuk melihat dari dekat proses pekerjaan yang terus berlangsung. Secara detail, kader PDI-P itu mengamati lekuk lekuk pekerjaan yang dilaksanakan oleh kontraktor. Sesekali dia menanyakan kepada Kepala Dinas PUPR Junaedi Yunus dan kepada Pengelola Proyek Nasrul.

Pekerjaan embung PADANG Roco itu hingga awal Desember ini mencapai realisasi fisik sebesar 80 persen. Sementara waktu tersisa tinggal satu bulan kalender, itupun jika kontrakntya habis pada 31 Desember. Ini menjadi tantangan tersendiri buat pengelola proyek. Namun biasanya dengan pengalaman yang ada, para pengelola proyek punya kiat tersendiri mendorong kontraktor agar dapat menyelesaikan tugasnya menurut waktu yang sudah ditetapkan. "Kita harapkan rampung tahun ini juga," kata Bupati Sutan Riska.

Embung Padang Roco, selain akan menjadi objek wisata air, juga akan menjadi sumber irigasi bagi sawah yang ada di sekitar komplek candi Padang Roco. Selain itu diharapkan juga bisa menjadi sumber air baku yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan air minum. Oleh karena itu, keberadaan embung Padang Roco sangat didambakkan oleh masyarakat sekitarnya.

Share Berita

Komentar Berita